Teknologi Cetak Printer Kaos


Teknologi adalah sarana-sarana untuk menyediakan barang atau kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kelangsungan hidup dan kenyamanan manusia. Sederhananya teknologi adalah metode atau perkembangan benda yang memudahkan pekerjaan manusia. Salah satu bidang teknologi yang mengalami perkembangan revolusioner adalah teknologi mesin cetak atau printer.

Dalam dunia bisnis garmen, produksi produk wearable seperti kaos dan item-item lainnya menjadi sangat penting dan bersifat sentral bagi keseluruhan bisnis. Hadirnya digital printing tentunya akan memberikan keuntungan besar bagi industri tersebut. Prosesnya sangat cepat dan bisa dibilang instan. Tidak perlu lagi berlama-lama menyablon kaos satu per satu semalaman untuk memenuhi permintaan konsumen. Bahkan pengguna perseorangan juga bisa mendapatkan akses kepada printer direct to garment atau DTG ini.

Teknologi digital printing untuk mencetak kaos sendiri telah berkembang sangat jauh. Awalnya industri seperti ini menggunakan teknik transfer paper untuk membuat gambar pada kaos. Teknik yang bersifat manual ini mencetak gambar desain pada kertas yang dinamakan transfer paper. Gambar pada kertas nantinya akan dipindahkan ke kaos dengan mengepressnya sambil memanaskannya dengan mesin tersendiri. Metode ini sangat kurang menguntungkan dibandingkan teknologi digital karena kurang praktis digunakan dalam produksi dan material transfer paper yang banyak menambah biaya produksi. Harga barang jadi jadi lebih mahal.

Printer Kaos

Teknologi terbaru dari seni sablon kaos adalah diciptakannya printer direct to garment atau lebih sering disebut printer DTG. DTG adalah sebuah teknik cetak sablon terbaru yang memudahkan industri garmen dalam memproduksi kaos sablon. Dengan printer DTG, kaos sablon bisa diproduksi dengan cepat layaknya mencetak dokumen pada printer biasa. Teknologi yang sangat populer di kalangan pebisnis garmen ini telah mengentaskan sistem transfer paper yang masih manual dan memakan waktu lama. Mudahnya DTG adalah printer kaos.

Mekanisme dari pencetakan langsung di atas kaos melibatkan sistem komputer untuk mengoperasikannya. Sistemnya sama persis dengan printer inkjet pada kertas, namun media pencetakannya adalah kaos. Printer kaos perlu dukungan software khusus untuk mengolah desain yang telah dimasukkan atau dibuat dalam komputer dan secara langsung mencetakknya di atas kain. Mungkin saja suatu saat nanti terdapat printer kaos yang menggunakan laser.

Kelebihan dan kekurangan Printer Koas

Teknologi ini, selain memiliki kelebihan yang banyak, juga memilihi kelemahan. Sudah kita ketahui bahwa dengan perkembangan Printer DTG, proses produksi di industri sablon bisa lebih baik, dan penyablonan perseorangan juga bisa dilakukan dengan mudah. Selain itu terdapat sederet spektrum warna yang dapat digunakan untuk dibubuhkan ke kaos.

Bagaimanapun juga mesin ini memiliki beberapa kelemahan antara lain adalah mesin ini kurang cocok digunakan untuk industri garmen yang berskala besar yang memiliki banyak sekali pelanggan dan membutuhkan produksi yang sangat banyak. Proses pencetakan kaos sablon dengan mesin Printer DTG tidak bisa dilakukan secara sangat cepat, paling tidak harus satu persatu. Kelemahan ini tidak terdapat pada proses penyablonan manual yang dapat menghasilkan sablon dengan lumayan cepat dan skala yang besar. Kecepatan cetak sablon manual cenderung lebih cepat dibandingkan proses penyablonan DTG.

Mengabaikan hal itu semua, teknologi printing direct to garment ini sangatlah revolusioner dan bisa dijadikan batu loncatan para pebisnis garmen tingkat menengah kebawah yang ingin mendalami bisnis cetak kaos dalam skala pemula. Penyablon pemula hanya cukup menyiapkan desain dan kaos yang kosong dan langsung mencetaknya. Persiapan plat, screen, dan proses menunggu sablon hingga kering tidak perlu dilakukan seperti yang dibutuhkan pada sablon manual.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz